Gallery

 
Gallery
Page 1 of 4 pages.  Start   Prev | 1 2 3 4 | Next   End 

DPRD Kabupaten Bogor Gelar Rapat Paripurna Istimewa

CIBINONG, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka Pengucapan Sumpah/Janji Pengangkatan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Masa Jabatan 2012-2014 yang disaksikan pula oleh Bupati Bogor, Rachmat Yasin, Pengangkatan Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (3/7).

 

Dewan Setujui Raperda Perubahan APBD Anggaran 2012

CIBINONG, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor setujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan APBD tahun anggaran 2012 menjadi peraturan daerah Kabupaten Bogor. Sidang paripurna penetapan keputusan tersebut dilakukan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong (24/9).

 

DPRD KABUPATEN BOGOR BELAJAR PENGANGGARAN DAN CSR

Sejumlah anggota badan legislasi pemerintah Kabupaten Bogor, Jum'at (15/7) berkunjung ke Kabupaten Kuningan dalam rangka study banding terkait pengelolaan penganggaran badan legislasi pada pemerintahan Kabupaten Kuningan serta pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

 

Penghargaan untuk yang Berprestasi

Pada tanggal 16 Agustus 2012, bertepatan dengan acara mendengarkan sidang paripurna di gedung DPRD Kabupaten Bogor, juga di gelar pemberian penghargaan bagi PNS dan warga kabupaten Bogor yang berprestasi.

 

DPRD Menggelar Rapat Pripurna DPRD Kab Bogor dalam rangka Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban ( LKPJ ) Bupati Bogor Tahun Anggaran 2012 .

Cibinong 27/03, DPRD Menggelar Rapat Pripurna dalam rangka Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban ( LKPJ ) Bupati Bogor Tahun Anggaran 2012 dan 2 (dua) Raperda Kab. Bogor. 1. Retribusi Perpanjangan Izin memperkerjakan Tenaga Asing. 2. Sistem Informasi Management Pelaporan Data Transaksi Usaha Wajib Pajak Secara Online.

 

Bupati Bogor Sampaikan LKPJ 2012

Bupati Bogor Rachmat Yasin melaporkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2012 didampingi oleh Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturrachman dihadapan Ketua beserta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Rabu (27/2). Bupati Bogor mengatakan LKPJ Kepala Daerah kepada DPRD merupakan konsekuensi atas berbagai kesepakatan bersama dalam memaknai kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang telah dituangkan dalam APBD tahun 2012. Dikatakannya, mekanisme LKPJ merupakan sarana untuk saling berbagi peran dalam menganalisis kondisi kinerja pemerintahan daerah yang objektif dan transparan sepanjang tahun 2012 dengan tujuan mendorong tumbuhnya semangat objektivitas serta kemitraan yang harmonis dan sinergis dalam menyempurnakan kinerja pemerintahan daerah dimasa akan datang. Selanjutnya Bupati Bogor Rachmat Yasin menyampaikan realisasi kinerja pengelolaan APBD Kabupaten Bogor pada tahun anggaran 2012. Untuk kelompok pendapatan daerah, terealisasi sebesar Rp.3.974.405.364.234 atau 106,07% dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 3.747.041.814.000, realisasi dimaksud dikontribusikan oleh tiga sumber pendapatan daerah, yaitu dari PAD sebesar Rp. 1.068.548.465.318, dana perimbangan sebesar Rp. 2.048.587.761.028 dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp. 857.269.137.888. Capaian tersebut proporsinya terdiri atas PAD sebesar 26,99%, dana perimbangan sebesar 51,54% dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar 21,57%. Menurut Bupati Bogor, dengan capaian proporsi PAD sebesar 26,99% bahwa jumlah tersebut telah berada jauh diatas rata-rata kontribusi PAD Kabupaten/kota di Indonesia, yang hanya 7%. Namun demikian, kedepan seluruh potensi riil akan terus dioptimalkan lagi agar menjadi potensi terpungut, sehingga pendapatan daerah terus meningkat pada setiap tahun anggaran. Selanjutnya Bupati Bogor menjelaskan, untuk kelompok belanja daerah terealisasi sebesar Rp.3.673.996.467.719 atau 88,60% dari anggarannya sebesar Rp.4.146.847.170.000. Kondisi ini disebabkan tidak terserapnya anggaran beberapa komponen belanja, baik belanja tidak langsung maupun belanja langsung. Faktor yang menyebabkannya antara lain pada kelompok belanja tidak langsung, khususnya belanja pegawai, yaitu masih adanya sisa anggaran dari rencana untuk pos belanja gaji pegawai dari direncanakan dibeberapa OPD. Pada kelompok belanja langsung, disebabkan tidak terealisasinya beberapa objek belanja pegawai, barang dan jasa serta belanja modal karena dilakukan upaya penghematan atau efesiensi sesuai dengan kebutuhan nyata dari setiap OPD dan masih adanya sejumlah kegiatan yang tidak direalisasikan sebagian atau seluruhnya hingga akhir tahun anggaran 2012, sehingga harus dilanjutkan pada tahun anggaran 2013. Pada komponen pembiayaan, Bupati Bogor mengatakan terjadi surplus sebesar Rp. 700.214.256.939. Kondisi ini disebabkan oleh dua hal, yaitu terlampauinya target pendapatan daerah dan tidak terealisasinya komponen belanja daerah, baik belanja tidak langsung maupun belanja langsung, sehingga mempengaruhi keseimbangan antara target pendapatan dan belanja daerah pada akhir tahun anggaran 2012. Dihadapan para anggota dewan, Bupati juga menyampaikan mengenai perkembangan dan kemajuan yang dicapai dalam pelaksanaan kebijakan prioritas pembangunan pada tahun anggaran 2012 untuk mencapai visi pemerintah Kabupaten Bogor yaitu Terwujudnya masyarakat Kabupaten Bogor yang bertakwa ,berdaya dan berbudaya menuju sejahtera. Prioritas pertama mengenai peningkatan infrastruktur sarana prasarana wilayah dan pengendalian kualitas lingkungan, diantaranya menambah pembangunan jalan baru sepanjang 4,1KM dan meningkatkan kondisi jalan baik sepanjang 1.451,3KM, serta peningkatan jalan desa sepanjang 70.79KM. Selain itu penambahan pembangunan jembatan jembatan baru sebanyak 2 jembatan. Demikian juga dengan jaringan irigasi dalam kondisi baik telah mencapai 60,73% sedangkan Situ dalam kondisi baik sebanyak 34 buah dari jumlah situ 95 buah. Dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bogor, telah direalisasikan pembangunan pada urusan lingkungan hidup, dengan kinerja meliputi prosentase cakupan pengawasan kegiatan/usaha wajib amdal dan UKL/UPL dengan realisasi sebesar 60,09%. Sementara itu untuk mewujudkan tertib penataan ruang di Kabupaten Bogor, telah dihasilkan juga produk naskah akademik rencana detail tata ruang (RDTR) dan zoning regulation sebanyak 3 cluster yaitu kecamatan Parung, Parung panjang dan Cileungsi. Kinerja lainnya dalam lingkup pekerjaan umum yaitu pembangunan sarana dan prasarana air bersih pedesaan, pembangunan sanitasi persampahan dan air minum (SPAM), sanitasi dan sarana pengolahan sampah serta optimalisasi pengelolaan persampahan dari mulai pengumpulan hingga pembuangan akhir. Berkenaan dengan penyediaan infrastruktur di lingkungan pedesaan, Pemkab telah melakukan rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 9.490 unit serta pengayaan listrik pedesaan sebesar 82,10 %. Selain itu untuk sarana perhubungan, Pemkab Bogor telah membangun terminal angkutan penumpang sebanyak 1 yaitu terminal Jasinga dan rehabilitasi 1 terminal penumpang yaitu di Kecamatan Leuwiliang. Prioritas kedua, yaitu pengembangan perekonomian berbasis potensi dan keunggulan lokal. Pada tahun 2012 Pemerintah Kabupaten Bogor telah berhasi mengembangkan sentra komoditas unggulan, yang meliputi komoditas pertanian, peternakan dan perikanan, serta industri pedesaan non pertanian. Prioritas ketiga, yaitu peningkatan ketahanan pangan, dimana menunjukan peningkatan produksi padi pada tahun 2012 menjadi 546.154 ton naik 3,68%. Prioritas keempat, yaitu peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan yang mana telah meningkat aksesibilitas penyelenggaraan pendidikan melalui operasionalisasi 31 SMP terbuka, 15 SMP kelas jauh, 11 SD/SMP satu atap dan berhasil meningkatkan mutu dan daya tampung sarana pendidikan melalui rehabilitasi 703 ruang kelas SD, penambahan 116 ruang kelas baru SD dan 86 ruang kelas baru SMP, pengadaan lahan untuk 4 SD dan 1 SMAN serta pembangunan 1 unit gedung baru SMKN. Berkaitan dengan program peningkatan kualitas pendidikan yaitu meningkatkan minat baca, telah ditingkatkan koleksi buku di perpustakaan sebanyak 1.455 buku, sehingga minat baca meningkat terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan perpustakaan yang mencapai 22.760 orang per tahun. Prioritas keempat untuk urusan kesehatan dalam rangka peningkatan status gizi masyarakat, kinerja menunjukan hasil yang baik, terlihat dari meningkatnya kualitas pelayanan dan memperluas akses rujukan bai masyarakat, khususnya melalui peningkatan layanan rumah sakit Leuwiliang dan beroprasinya rumah sakit Cileungsi serta memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui program JAMKESMAS dan JAMKESDA di puskesmas. Prioritas kelima mengenai peningkatan tata kelola pemerintah yang baik, Pemkab Bogor telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan aparat sebanyak 2.346 orang. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, Pemkab Bogor telah merealisasikan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan jangka pendek, menengah dan kajian penelitian untuk bidang tertentu dalam meningkatkan kinerja pembangunan. Prioritas keenam mengenai peningkatan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat, Pemkab Bogor teru menerapkan program Nongol Babat (Nobat) yang telah berdampak positif pada penurunan gangguan ketentraman dan ketertiban umum di masyarakat. Kinerja yang telah dicapai diantaranya tertanganinya pelanggaran Perda sebanyak 43 kasus, pemberantasan penyakit masyarakat dan penertiban pertambangan tanpa ijin. Prioritas ketujuh, mengenai peningkatan investasi dan penciptaan peluang kerja,telah mengalami peningkatan seiring dengan tumbuhnya beberapa sektor penggerak ekonomi dan membaiknya infrastruktur penunjang ekonomi. Pencapaian pertumbuhan ekonomi ditunjang dengan meningkatnya kepercayaan publik terhadap kinerja pelayanan aparatur negara sehingga terjadi peningkatan iklim investasi. Selain itu Pemkab Bogor telah berhasil mengembangkan industri pedesaan non pertanian melalui program gerakan untuk membangun Bogor inisiatif masyarakat (Gumbira) di 6 desa. Bupati Bogor Rachmat Yasin mencermati permasalahan dan tantangan di atas, maka rencana tindak lanjut pada tahun yang akan datang diprioritaskan pada pengembangan infrastruktur wilayah, peningkatan kualitas dan akses pendidikan masyarakat, peningkatan mutu dan akses pelayanan kesehatan, peningkatan investasi dan penciptaan peluang kerja, peningkatan ketahanan pangan, pengembangan perekonomian berbasis potensi dan keunggulan lokal, peningkatan profesionalisme aparatur dan kinerja penyelenggaraan pemerintah, peningkatan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat dan penanganan bencana dan pengendalian kualitas lingkungan hidup. Selain menyampaikan LKPJ tahun anggaran 2012, Bupati Bogor juga menyampaikan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yaitu mengenai Raperda retribusi perpanjangan izin memperkerjakan tenaga asing dan Raperda Sistem informasi managemen pelaporan data transaksi usaha wajib pajak secara online.(Arif/Iwa/Diskominfo Kab Bogor)

 

DPRD Lantik Anggota Pengganti Antar Waktu

Ketua DPRD Kabupaten Bogor H. Iyus Djuher melantik Elis Nursamsiah sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor masa jabatan 2009 ? 2014 menggantikan Almarhum H. M. Adjat Sudrajat selaku anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Demokrat di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, Selasa (29/1).

 

Elly Halimah Buka LKPKK Tingkat Kabupaten Bogor

Cibinong Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bogor Elly Halimah yang juga Istri Bupati Bogor, Rachmat Yasin membuka Festival dan Lomba Kreasi Produk Kerajinan Kecamatan (LKPKK) se-Kabupaten Bogor Tahun 2013 di Gedung Serbaguna I Gedung Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Cibinong, Kamis, (10/1). Kegiatan ini diikuti peserta dari 40 Kecamatan se-Kabupaten Bogor.

 

Puluhan Ribu Warga Kabupaten Bogor Padati Jalan Tegar Beriman

Sekitar 40 ribuan warga Kabupaten Bogor memadati jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/3). Dipadatinya jalan Tegar Beriman ini dikarenakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor mengadakan hajatan jalan sehat dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) ke 40 partai tersebut.

 

Bupati Bogor lakukan Silaturahim dengan Pengurus Antar Suku dan Budaya di Kabupaten Bogor

Dalam rangka membangun sinergitas dan memperkokoh persatuan antar suku dan budaya di Kabupaten Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Silaturahim bersama para Ketua dan Sekretaris serta anggota paguyuban dari berbagai suku dan budaya yang ada di Kabupaten Bogor. Kegiatan yang di prakasa oleh Diskominfo Kabupaten Bogor yang berkerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor serta Kesbang Pol Kabupaten Bogor ini dipusatkan dipendopo Bupati Bogor-Cibinong, pada Jum?at Malam (1/3) tersebut, dihadiri langsung Bupati Bogor H. Rachmat Yasin (RY) didampingi sejumlah pejabat Pemkab Bogor lainnya, seperti Kadis Kominfo Kabupaten Bogor H. Tb. Luthfie Syam, Kapolres Bogor, Akbp Asep Safrudin, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong, H. Sumpeno, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf Anwar serta Kepala Kesbang Pol Kabupaten Bogor Wawan Setiawan.