DPRD Kabupaten Bogor

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai lembaga pemerintahan daerah, dengan tanggung jawab dalam membentuk peraturan daerah untuk kesejahteraan rakyat.

DPRD Kabupaten Bogor

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai lembaga pemerintahan daerah, dengan tanggung jawab dalam membentuk peraturan daerah untuk kesejahteraan rakyat.

DPRD Kabupaten Bogor

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai lembaga pemerintahan daerah, dengan tanggung jawab dalam membentuk peraturan daerah untuk kesejahteraan rakyat.

DPRD Kabupaten Bogor

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai lembaga pemerintahan daerah, dengan tanggung jawab dalam membentuk peraturan daerah untuk kesejahteraan rakyat.





Gallery

 
Berita DPRD
  • Deni Fokus Galang Pabuaran

    161

    Cibinong - Calon Legislator DPRD Kabupaten Bogor dari Partai NasDem, Deni Suhendar (38) terus menggalang suara di Daerah Pemilihan 1 Kecamatan Cibinong, Citeureup, Klapanunggal, Sukaraja dan Babakan Madang. Meskipun dapil itu tergolong luas, namun Deni hanya ingin fokus di Kecamatan Cibinong.
    ''Bukan apa-apa, dilihat dari potensi pemilihnya, Kecamatan Cibinong memiliki jumlah pemilih yang besar. Khususnya di Kelurahan Pabuaran. Sementara saya sudah lama berkiprah di organisasi kepemudaan di Pabuaran,'' ujar Deni kepada Jurnal Bogor, Senin (24/2).
    Menurut Ketua Karang Taruna Kelurahan Pabuaran ini, fokusnya di Pabuaran untuk terus menguatkan silaturahmi yang sudah lama digalangnya, bersama pemuda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

  •  
  • David Klaim Peziarah Mbludak

    Cibinong - Gerakan ziarah akbar yang dipelopori David Rizar Nugroho, caleg DPRD Kabupaten Bogor nomor 3 PPP, ini belum juga berhenti. Untuk ketujuh kalinya, Juru Bicara Bupati Bogor ini memberangkatkan 9 bus jamaah dari Cilebut dan Cibinong, Sabtu (22/2) lalu. ?Total jamaah yang berangkat 591 orang dari empat desa,'' kata David kepada pers usai melepas rombongan ziarah.
    Rombongan jamaah yang berangkat antara lain dari Kampung Pasarean dan Bojong Jengkol Cilebut Barat. Selain dari Cilebut Barat, ada satu bus dari rombongan jamaah Cilebut Timur.
    Dari Cibinong, David memberangkatkan jamaah dari Kampung Sampora dari RT 1 hingga RT 5 di RW 3. Warga dari RT 03 dan 4 RW 9 Kampung Poncol juga diberangkatkan.

  •  
  • Tegar Beriman Dilirik Pengusaha Negeri Jiran

    Cibinong - Hasil kunjungan undangan  Ketua Komisi A, Ade Munawaroh yang didampingi Sekdis BPT Kabupaten Bogor Cardenal sebagai tamu kehormatan dalam acara "Peresmian Pemikir Muda Malaysia" oleh pemerintah Malaysia beberapa waktu lalu, telah membuahkan hasil positif.

    Hasil kesepakatan bersama di Malaysia, setidaknya 30 pengusaha muda Malaysia akan berkunjung ke Kabupaten Bogor. Dalam lawatannya yang dijadwalkan  Juni 2014 ini, Pengusaha muda dari Malsysia tersebut akan melihat potensi yang berkaitan dengan perdagangan disektor UKM.

    Sekertaris Badan Pendapatan Daerah (BPT) Kabupaten Bogor Cardenal menuturkan, Kabupaten Bogor siap menerima kedatangan 30 delegasi pengusaha muda Malysia, dengan menyiapkan akomodasi, ruang dialog bersama UKM di Kabupaten Bogor dan membahas mengenai produk unggulan yang nantinya bisa di jual di Malaysia.

  •  
  • Tangkap Mafia Pendidikan di SMPN 3 Cileungsi

    117

    Cileungsi - Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bogor merasa berang saat mendapat laporan dari warga terkait pungutan yang dilakukan oleh pengelola SMPN 3 Cileungsi. Kemarahan anggota DPRD asal Dapil 2 itu lantaran dirinya ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat perumahan Griya Alam Sentosa dalam mewujudkan pembangunan SMPN 3.
    ''Tujuan awal pembangunan SMPN 3 Cileungsi adalah agar agar dapat menampung siswa-siswi yang berdomisili di sekitar perumahan Griya Alam Sentosa yang jumlahnya cukup besar. Tapi mengapa setelah sekolah tersebut berdiri malah terjadi berbagai pungutan dan yang lebih mengherankannya lagi hal itu justeru dilakukan oleh oknum guru yang berkerja sama dengan kumpulan orang yang menyebut dirinya sebagai panitia pembangunan, bina lingkungan dan komite sekolah. Jadi pungutan yang dilakukan sangat sistematis dan terorganisir,'' kata Junedi Sirait kepada Jurnal Bogor, kemarin.

    Menurut dia, sebagai bentuk tanggungjawab moral dan sosial dirinya tidak akan tinggal diam dan akan meneruskan masalah pungutan tersebut ke ranah hukum dengan berbagai bukti konkrit yang sudah dikumpulkan dari masyarakat.

  •  
  • Vila Liar Blok Arca Aman

    Megamendung - Puluhan vila tanpa perizinan di atas tanah negara di Blok Arca, eks perkebunan PTPN VIII Gunung Mas, Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, belum tersentuh pembongkaran. Padahal, bangunan vila liar di sana sudah berdiri belasan tahun. Komisi A DPRD Kabupaten Bogor beserta Satpol PP juga telah melakukan kunjungan ke lokasi. ''Kalau berbicara pelanggaran, Blok Arca hingga kini belum tersentuh oleh pembongkaran. Kami yang bangunannya sudah dibongkar oleh petugas jadi merasa iri, karena bangunan-bangunan milik orang Jakarta di Blok Arca, yang jelas-jelas berdiri di atas tanah negara, masih aman,'' ujar Saraswati, pemilik vila yang sudah dibongkar, kemarin.

  •  
  • BG: Masyarakat Jangan Golput

    BG: Masyarakat Jangan GolputCaringin - Sosialisasi Pemilihan Legislatif (Pileg) tidak hanya dilakukan Komisi Pemilihan Umum, terbukti Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Bogor, Bambang Gunawan (BG) turut terjun langsung ke masyarakat, guna menyosialisasikan pesta demokrasi yang akan digelar serentak 9 April mendatang.
    Didampingi oleh timnya, caleg dari partai berlambang kepala banteng moncong putih itu menyosialisasikan Pemilu di tiga titik Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Bambang Gunawan mengatakan acara itu menjadi agenda rutin pihaknya, untuk turut menyukseskan Pemilu yang akan digelar serentak, mulai dari Sabang hingga Merauke pada 9 April mendatang. ?Terutama di Kabupaten Bogor, jangan sampai masyarakat di Bumi Tegar Beriman banyak yang Golput. Sebab Pemilu akan menentukan nasib masyarakat dalam 5 tahun mendatang,'' ujar Bambang kepada Jurnal Bogor, Minggu (23/2).

    Dalam giat tersebut, BG sapaan akrabnya, turut memperkenalkan surat suara yang akan digunakan dalam Pemilu pada sebagian warga di Kecamatan Caringin. Ia menambahkan pihaknya lebih menargetkan sosialisasi di daerah pedalaman Kabupaten Bogor, agar masyarakat tidak keliru dalam melakukan pencoblosan. ''Terutama dalam Pileg, kertas suara terbagi 3 yakni, Pileg DPR RI, DPRD Jawa Barat, dan DPRD Kabupaten Bogor. Kami menjelaskan warna di kertas suara yang menjadi ciri dalam Pileg tersebut,'' tambahnya.

  •  
  • Diguyur Hujan, Peserta Dongdang Tak Patah Semangat

    CIBINONG

    Meski terus diguyur hujan lebat, festival dongdang dan maulid akbar tahun 2014 tingkat Kabupaten Bogor tetap berlangsung. Peserta pawai dongdang yang berjumlah ribuan pun tetap antusias membopong dongdanya masing-masing menuju lajur penilaian. Alhasil hujan yang turun Sabtu (22/2) di bumi tegar beriman sejak pagi itu pun tak patahkan semangat peserta dongdang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Rahmat Surjana, mengatakan melalui festival Dongdang dan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2014 ini dapat terlihat antisias masyarakat yang senantiasa menampilkan potensi-potensi daerahnya masing-masing. Potensi tersebut bisa ditingkatkan untuk mendukung visi misi Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju se-Indonesia.

    "Jika dilihat dari faktor cuaca yang hujan, dapat dilihat pula bahwa masyarakat tetap semangat mengikuti kegiatan ini. Karena dari sanalah kita bisa lihat betapa tinggi rasa gotong royong yang dimiliki masyarakat Kabupaten Bogor. Kalaupun hujan turus bersamaan dengan kegiatan ini, itu sudah menjadi kehendak Allah SWT. Yang terpenting kita sudah berupaya sebaik mungkin untuk membuat kegiatan ini sarat dengan makna, sosial, budaya dan agama", terang Rahmat.

    Camat Jonggol Renaldi Yushab Fiansyah, mengatakan walaupun hujan kami tetap semangat. Sejak jam 02.00 WIB kami sudah bersiap hingga akhirnya jam 05.00 WIB kami tiba di lokasi. Sementara untuk persiapan kita lakukan selama tiga hari. Jumlah personil yang dilibatkan sebanyak 350 personel dari 14 desa dan 45 dongdang."Konsep yang kita usung adalah tema muslim tradisional, yakni tradisi sunda. Bentuk dongdang kita sama dengan tahun kemarin hanya isinya yang berbeda. Kemudian ada umbul-umbul yang berjumlah 90 buah. Tahun ini kita optimis meraih juara, walaupun sebetulnya juara bukan satu-satunya tujuan, karena yang terpenting adalah kebersamaan", terang Renaldi.

  •